Jumat, 02 Januari 2026

CERITA KEARIFAN LOKAL "JADAH ATAU TETEL" DALAM TRADISI LAMARAN JAWA

 

Jadah atau Tetel dalam Tradisi Lamaran Jawa

Dalam tradisi Jawa, acara lamaran bukan sekadar pertemuan dua keluarga, melainkan momentum sakral yang sarat makna dan simbol. Salah satu sajian yang hampir selalu hadir dalam prosesi ini adalah jadah (Penyebutan ‘Jadah’: Jawa Timur bagian Selatan Kediri, Tulungagung, Blitar, Trenggalek dan Jawa Tengah)atau tetel (Penyebutan ‘Tetel’ : Jawa Timur bagian Jombang, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo),  , makanan tradisional yang terbuat dari ketan yang ditumbuk hingga halus dan lengket.

Jadah atau tetel bukan dipilih tanpa alasan. Teksturnya yang lengket dan padu melambangkan ikatan kuat antara calon pengantin laki-laki dan perempuan. Seperti butiran ketan yang menyatu setelah ditumbuk bersama, demikian pula harapan orang tua agar kedua insan kelak dapat bersatu hati, saling melekat dalam suka dan duka, serta tidak mudah tercerai oleh cobaan hidup.

Dalam prosesi lamaran, jadah biasanya disajikan bersama jajanan pasar lainnya dan diserahkan oleh keluarga calon mempelai laki-laki kepada keluarga perempuan. Penyerahan ini mengandung pesan halus: bahwa pihak laki-laki datang dengan niat tulus, kesungguhan hati, dan kesiapan untuk menjalin hubungan yang erat dan bertanggung jawab.

Selain makna kebersamaan, jadah atau tetel juga mengajarkan nilai kesabaran dan kerja sama. Proses pembuatannya tidak instan—ketan harus dimasak, ditumbuk bersama-sama, dan dibentuk dengan telaten. Hal ini menjadi simbol bahwa membangun rumah tangga memerlukan proses, kesabaran, dan gotong royong dari kedua belah pihak.

Dengan demikian, kehadiran jadah atau tetel dalam acara lamaran Jawa bukan hanya sebagai hidangan, melainkan sebagai doa yang diwujudkan dalam rasa dan rupa. Doa agar calon pengantin kelak hidup rukun, saling menguatkan, dan tetap menyatu erat hingga akhir hayat, sebagaimana lengketnya jadah yang tak mudah dipisahkan.

(Sampang, 3-12-2025; 13:15)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Mini : Cerita Renungan

  Cerita Renungan : Lingkar yang Mengubah Elik Karya : Srisa Elik dikenal sebagai gadis yang baik dan tekun belajar. Ia rajin membantu t...